CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 30 April 2009

MELANGKAHI MAYAT TIEN

Beberapa bulan setelah ditinggal mati Tien, Soeharto sering berkunjung secara periodik ke Astana Giri Bangun dimana Tien dikuburkan. Beberapa pengawal pribadi yang kebetulan melihat, menceritakan bahwa Soeharto ternyata berkali-kali melangkahi makam Tien.

Usut punya usut, ternyata penyebabnya adalah semasa hidupnya, Tien pernah berkata kepada Soeharto bahwa kalau suaminya mau menyeleweng atau beristeri lagi, Tien berujar bahwa Soeharto harus melangkahi mayatnya dulu. Rupanya Soeharto sangat patuh dengan pesan isterinya itu. Jadi itulah kenapa dia sering melangkahi mayat isterinya sekarang, karena kebutuhan alamiah sebagai seorang lelaki tak tertahankan.

TITIT DAN TUTUT

Kita masih ingat ketika aktor agak terkenal Indonesia, Ongky Alexander menikah dengan Paula, anak buah Mbak Tutut, (yang konon kabarnya suka berlesbi-ria dengan Tutut … konon lho).

Beberapa minggu setelah pernikahan mereka, seorang wartawan kita menanyakan pengalaman pertama Paula bersama Ongky, "Bagaimana pendapat Mbak Paula, mengenai pengalaman malam pertama bersama Ongky?"

"Wah, … ternyata titit lebih enak daripada Tutut!," jawab Paula dengan antusiasnya.

Jumat, 17 April 2009

BERITA PERAMPOKAN

Seorang narapidana yang sudah mendekam di penjara selama 10 tahun melarikan diri. Dia masuk ke dalam sebuah rumah untuk mencari makanan dan merampok.
Sepasang suami-istri muda pemilik rumah tersebut ketakutan dan membiarkan diri mereka diikat. Saat mengikat sang istri, terlihat perampok tersebut menciumi leher sang istri dan kemudian ia pergi ke kamar tidur mencari sesuatu.

“Sayangku…” kata suaminya.
“Dari pakaiannya kelihatan perampok ini baru lari dari penjara. Wajahnya kelihatan kejam sekali. Aku lihat tadi dia menciummu. Mungkin selama di penjara dia tidak lagi pernah merasakan wanita. Kalau dia ingin menidurimu, biarkan saja, turuti kemauannya dan jangan dilawan, daripada engkau celaka. Kuatkan hatimu sayang… aku bisa mengerti”

“Sayangku…” jawab istrinya.
“Perampok itu tidak menciumku, dia hanya berbisik. Katanya dia seorang gay dan dia bilang kamu keren. Dia juga tanya apa ada vaseline di rumah ini lalu aku katakan ada di lemari di kamar tidur. Kalau dia menginginkan kamu, biarkan saja, turuti kemauannya dan jangan dilawan sayang, dari pada engkau celaka. Kuatkan hatimu sayang… aku bisa mengerti”

GADIS MATEMATIS DAN GADIS LOGIKA

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara
berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara
berpikirnya mengandalkan LOGIKA ( L) . Mereka berdua
berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan
jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa
lama mereka berjalan….

M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria
yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak
tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya
khawatir dia bermaksud jelek.

L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.

M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti
ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap
kita. Apa yang harus kita lakukan.

L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan,
yaitu berjalan lebih cepat.

M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich…..

L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau
kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat
jalannya.

M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan
kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap
kita dalam waktu dua setengah menit…

L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita
lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat
jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti
kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti
olehnya.

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi
mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika
(L ). Gadis matematis ( M) tiba di rumah lebih dulu dan
dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak
berapa lama kemudian, Ga dis Logika (L ) datang.

M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat.
Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?

L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.

M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan
kamu?

L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat
tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga
mengejar saya.

M : Dan… dan..

L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya
di tempat yang gelap…

M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?

L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan,
yaitu saya mengangkat rok saya..

M : Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?

L : Sesuai dengan logika… Dia menurunkan
celananya…

M : Oh tidak… Lalu apa yang terjadi kemudian?

L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat
roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang
berlari sambil memelorotkan celananya… So akhirnya
aku bisa lolos dari pria itu…

TERUNTUK SAHABATKU

Hingga sampai tiba waktuku
Ku tetap berterimakasih padamu
Atas segala cahaya asa
Sinar semangat yang kau pancarkan
Ketulusan dan kebaikan yang hakiki
Hangatnya terasa sampai relung hati
Tiada sesal untuk masa lalu
Hanyalah pemacu untuk maju
Tiada ragu kenapa harus bertemu
Lebih dari cukup yang kuperoleh itu
Berbagi

MENUNGGU MATI

Semburat merah di ufuk barat perlahan menghilang
Pelan, kelam pun datang
Mata sipit sang bulan melirikku dari sela awan
Seakan enggan menyorotkan cahayanya padaku
Hatiku berdebar dalam sebuah penantian
Menahan nafas detik demi detik
Dan nyanyian burung hantu tiba-tiba terhenti
Kelelawar pun mengepakkan sayapnya pergi

PERSEMBAHAN TUK SAHABAT

Kala badai menghantam
menghitamkan langit duniaku
udara yang kuhirup terasa sesak
dan kaki tak sanggup lagi menapak
Namun hari ini…
Kau datang ucap do’a tulus
dan senyum pemberi semangat
meniupkan balon-balon asa pengusir kabut
menghalau mendung yang menutupi mentari
warna-warninya hiasi langit yang perlahan membiru
dan pagiku pun kembali berseri
Terimakasih Sahabat…..
Kulihat lagi pelangi di ujung cakrawala
bersamamu ku yakin kan ku gapai nya